Rabu, 20 Februari 2008

Tips Bekerja Tanpa Stress

Bekerja kadang-kadang bisa membuat orang menjadi stress. Selain akibat rutinitas sehari-hari, kendala kerja dan suasana juga dapat meningkatkan tingkat stress yang ada.
Berikut solusi untuk "Bekerja Tanpa Stress":
1. Meja kerja bersihMeja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda untuk lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan akan cepat selesai karena pandangan tidak terganggu dengan tumpukan kertas di atas meja.
2.Bekerja dengan prioritasYup, SEMUA pekerjaan memang penting untuk diselesaikan secepatnya. Tapi, kita harus bisa membedakan mana yang mendesak untuk diselesaikan, mana yang bisa sedikit ditunda. Bekerjalah dengan prioritas! Dan beban pikiran pun akan jauh berkurang.
3. Segera ambil keputusanSemakin cepat anda mengambil keputusan dalam menghadapi masalah, semakin cepat pula masalah anda akan terselesaikan. And, guess what? Anda tidak perlu lagi berlama-lama stress memikirkan masalah itu. Bukan pekerjaan yang gampang, tapi harus dilakukan secepatnya supaya tidak berlarut-larut. SEMANGAT!!
4. Delegasikan pekerjaanTidak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala pekerjaan tanpa bantuan orang lain. So, biasakan untuk mulai membagi beban kerja dengan orang lain di tim kerja anda. Stress berkurang dan anda pun akan punya lebih banyak waktu luang untuk aktivitas lainnya.Masih juga stress? Mungkinkah karena anda tak punya pilihan lain dan merasa dipaksa untuk mengerjakan sesuatu yang sama sekali bukan minat anda? Atau, lebih parah lagi... Anda merasa diperlakukan seperti sapi perah yang hanya menghasilkan keuntungan buat boss anda?Kalau begitu, sudah saatnya anda bergerak maju dan bebaskan diri anda dari stress! Caranya? Cari peluang bisnis sampingan yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan. Dengan bertambahnya penghasilan, anda akan punya lebih banyak pilihan dan otomatis stress pun jauh daripikiran anda.
Penulis: Rosa S. RustamSumber: Ketok Mailing List
Sumber : www.ketok.com

Tiga tips belajar berdasarkan riset psikologis

Tuntutan masa kini mendorong kita untuk terus belajar, tidak peduli usia kita, jika kita ingin sukses. Belajar bukan lagi bagi mereka yang berumur 5 sampai 20 tahun, bukan juga selalu berada di dalam lembaga pendidikan dan kursus-kursus. Walau kita telah menghabiskan ribuan waktu belajar, kita hanya tahu sedikit tentang belajar efektif. Tidak ada jalan pintas untuk cepat mengerti namun partisipasi aktif dalam proses belajar mengajar dapat membuat belajar menjadi efektif. Memperhatikan pelajaran di kelas, membaca, berhenti menunda-nuda, belajar di tempat yang tenang, tidak bermain-main saat pelajaran, dan aktif bertanya adalah hal-hal yang biasanya kita yakin bisa memberikan hasil terbaik.Menurut Dr. Nate Kornell dari UCLA, ada tiga cara belajar paling efektif yang ditemukan dari riset psikologi:1. Bagi-bagi subjek-subjekmu dan pelajari bergantian.Walau mungkin awalnya terasa tidak efektif, membagi-bagi subjek yang ada dan mempelajari sebagian dari bagian yang berbeda telah terbukti mampu memberikan hasil efektif. Misalnya pada 15 menit pertama belajar pembukuan, lalu 15 menit berikutnya bisnis umum, setelah itu 15 menit untuk managerial. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara belajar ini bisa dibaca di: http://www.pashler.com/Articles/RohrerPashler2007CDPS.pdf2. Tes dirimu sendiri.Coba tanyakan pada dirimu sendiri tentang materi-materi yang telah kamu pelajari. Mengetes diri sendiri memiliki dua keuntungan. Pertama, karena prosesnya yang mengambil ingatan dari pikiran, hal ini dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Kedua, mengetes diri sendiri dapat mengetes apakah cara belajar kamu sudah efektif atau tidak. Kamu dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan kamu sebelum terlambat. Tapi ada satu syarat: mengetes diri sendiri tidak akan berhasil kalau kamu lakukan ketika kamu baru saja selesai belajar. Ini tidak mengasah daya ingatmu melainkan membuatmu sombong.Untuk informasi lebih lanjut tentang cara belajar ini bisa dibaca di: http://www2.psych.purdue.edu/~karpicke/index_files/Roediger_Karpicke_2006_Review.pdf3. Ambil kesimpulan dan integrasikan.Setelah keluar dari kelas atau membaca satu bab buku, ambil kesimpulan-kesimpulan penting, dan pikirkan bagaimana kesimpulan-kesimpulan tersebut berhubungan dengan keseluruhan topik dan pengalaman pribadi. Proses ini, dikenal sebagai integrasi pengetahuan, sangat bermanfaat untuk memperkuat daya ingat dan mengimplementasikan pengetahuan pada kejadian nyata. Untuk lebih mengefektifkan teknik ini, kamu bisa memberitahukan atau mengajarkan orang lain tentang apa yang telah kamu pelajari. Menerangkan kesimpulan-kesimpulanmu memerlukan integrasi dan kemampuan meringkas, dan ini adalah cara terbaik untuk mengecek kelemahan-kelemahan dalam pengetahuan yang kamu miliki.Tiga langkah diatas mungkin terasa berat pada awalnya, tapi memiliki keuntungan jangka panjang yang sangat panjang. Pada waktunya, otak yang dilatih dengan cara ini tidak memiliki kesulitan dalam mengingat dan mengimplementasikan.Disadur dari artikel oleh Dr. Nate Kornell, UCLA

Sumber : www.ketok.com

Tips Belajar Lebih Cerdas

Tips Belajar Lebih CerdasBelajar dengan tekun dan disiplin memang baik. Tapi akan lebih baik kalau kamu belajar dengan cerdas. Belajar dengan cerdas akan sangat menunjang keberhasilan studimu. Dalam tips ini diuraikan hal-hal apa saja yang perlu kamu lakukan agar bisa mulai belajar dengan cerdas dan berhasil.
1. Belajarlah sambil mendengarkan musik . Berbagai penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan adanya hubungan antara pengaruh musik dengan peningkatan prestasi belajar. Musik membuat kamu "mengalir' , dan merangsang pikiran untuk berkosentrasi pada apa yang sedang kamu pelajari atau kerjakan . Idealnya kamu mendengarkan musik klasik atau instrumentalia/ musik lembut dengan beat yang santai . Tapi kalau kamu tidak bisa menikmatinya , putarlah musik kesayanganmu.
2. Ciptakan suasana ruang belajarmu senyaman mungkin supaya kamu betah berada disana. Kalau memungkinkan , hiasilah dengan gambar-gambar pilihan atau kata-kata yang bisa memberimu motivasi. Boleh juga menggantungkan poster idolamu , photo kekasihmu , atau piagam pengahrgaan yang pernah kamu raih . Perhatikan juga ventilasi udara agar kamu tidak merasa kepanasan atau kedinginan . Aturlah penerangan agar sesuai dengan keperluanmu , tidak terlalu redup dan tidak pula terlalu menyilaukan.
3. Aturlah waktu belajarmu dengan seeisien mungkin . Biasakanlah untuk belajar setiap hari pada jadwal yang telah kamu tetapkan. Hindari kebiasaan menumpuk tugas yang perlu dikerjakan sampai menjelang batas akhir waktu yang ditetapkan. Hentikanlah kebiasaan sistem kebut semalam. Cara belajar seperti itu akan membentuk kamu menjadi pribadi yang harus ditekan untuk bergerak . Pola ini biasanya akan berlanjut ketika kamu sudah memasuki dunia kerja dan bisa menghambat peningkatan karirmu kelak.
4. Belajarlah dengan aktif . Jangan puas hanya menjadi pelajar atau mahasiswa yang teoritis saja. Hasil belajarmu akan lebih optimal kalau kamu belajar sambil mempraktekkan apa yang kamu pelajari. Sistem belajar sambil praktek sudah terbukti berhasil diterapkan dalam banyak pendidikan inormal seperti kursus bahasa, mengemudi, inormatika , menjahit dsb. Prinsipnya berlaku untuk bidang apapun yang kamu pelajari , termasuk belajar bicara didepan umum , belajar berdansa , berenang dsb.
5. Belajarlah dengan minat yang besar agar kualitas dan hasil belajarmu lebih optimal. Dengan minat yang tinggi , kamu akan bersemangat menggali berbagai sumber untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi yang kamu pelajari. Itulah alasannya mengapa sebaiknya kamu kuliah dibidang yang benar-benar kamu minati. Kalau kamu sangat menyukai teknik , mungkin kamu akan mengalami masalah kalau kamu harus kuliah ekonomi dsb. Tapi kalau kamu sudah terlanjur salah jurusan, atau berada ditempat yang kurang kamu sukai maka cobalah unuk menyukainya. Milikilah rasa tanggung jawab terhadap sesuatu yang telah kamu ambil atau putuskan. Namun terkadang minat juga bisa muncul dari penyusuaian diri , percayalah tidak ada ilmu yang tak bermanfaat raihlah segala bidang ilmu , pelajari dengan matang jangan setengah-setengah hingga bisa didapat suatu kecerdasan multi dimensi.
6. Pelajarilah teknik belajar yang efektif agar kamu bisa belajar dengan waktu yang relatif singkat tapi dengan hasil yang lebih memuaskan. Sebagai contoh TEKNIK PENYEBARAN WAKTU mengajarkan bahwa lebih baik kamu belajar 3 x 1 jam daripada 1 x 3 jam.
7. Pelajarilah teknik membaca cepat agar kamu bisa membaca dengan kecepatan tinggi dan dengan pemahaman yang tinggi pula. Ini adalah kemampuan vital bagi kamu yang hidup diera digital dan informasi. Dengan daya baca berkecepatan tinggi, syukur-syukur bisa membaca dengan mata hati pula ,sehingga arus informasi yang deras tidak akan meneggelamkan kamu , tapi justru melejitkan prestasimu untuk meraih keberhasilan.
8. Pelajarilah teknik mengingat dengan memanaatkan kata kunci atau kata akronim. Dengan kemampuan ini daya ingatmu akan dipertajam sehingga kamu bisa mengingat bahan pelajaran dengan cepat dan akurat. Banyak teknik mengingat yang sudah teruji praktis yang dapat dipelajari untuk meningkatkan daya ingat, daya konsentrasi dan memacu potensi belajar.
9. Pelajarilah teknik menulis. Dengan kemampuan ini kamu tidak akan mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan tulis-menulis secara sistematis dan mudah dipahami, baik berupa laporan , skiripi, artikel dsb. Keahlian menulis sangat diperlukan didunia kerja dan juga akan memungkinkan kamu untuk menjadi penulis buku , wartawan dsb.
10. Pelajarilah cara berpikir yang logis , rasional dan objektif. Meskipun pikiran kamu lebih hebat dari komputer , mungkin baru sebagian saja /kecil bagian dari otakmu yang kamu manfaatkan. Berkat jasa para ilmuwan, sekarang otak kamu bisa dilatih untuk memacu potensimu yang luar biasa sehingga kamu bisa lebih berprestasi dalam studi dan sukses dalam hidup.
Sumber: www.planetmusic.4t.com

Senin, 18 Februari 2008

Sabar.........!

blog ini dalam taraf pengembangan sehingga isinya, masih terbatas. Tunggulah dalam satu minggu ke depan insya Allah kontennya akan makin banyak.
Tapi bila anda ingin usul tentang isi, anda dapat mengisikan di kolom komentar di bawah cata tan ini.
Saran dan komentar sangat diperlukan.Terima kasih atas partisipasi anda.

Sabtu, 16 Februari 2008

GURU; ANTARA TUNTUTAN DAN KENYATAAN

Mujahidin

(Guru swasta SMA di Jakarta Timur)

Guru sebetulnya gajinya sudah tinggi,

namanya manusia serba kurang

inginnya punya mobil semua,

kan banyak pengangguran

yang demo diganti saja

(Media Indonesia, 16 Juli 2007)

Ini hanya salah satu sms (pesan singkat) yang dimuat Media Indonesia menanggapi Editorial, (15/7) tentang rendahnya budaya baca dan demostrasi guru. Dan masih banyak pesan serupa, ada yang mendukung dan yang tidak setuju bahkan ada yang melecehkan guru. Nada sms seperti di atas, lahir dari kekurangmengertian akan nasib dan peran guru secara utuh dan menyeluruh. Tampak bahwa guru menuntut lebih, tidak berterima kasih bahkan pesan singkat yang lain, guru tidak peduli dengan mutu pendidikan, memeras orang miskin, dan masih banyak lagi yang lain.

Tingkat Kesejahteraan

Pesan-pesan singkat yang bernada melecehkan atau berprasangka buruk terhadap guru ini harus diluruskan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, ketidakpercayaan terhadap guru dan institusi pendidikan atau sekolah. Harus diakui bahwa ada sekolah baik negeri maupun swasta yang mengkomersilkan pendidikan (sekolah bonafit) dengan menarik uang masuk yang besar, sehingga ada anggapan makin besar atau makin terkenal suatu sekolah makin tinggi biaya masuk dan bayaran bulannya. Tetapi uang masuk yang besar tidak selalu menjamin mutu sekolah yang baik. Hanya mencerminkan status sosial siswa-siswa yang masuk sekolah tersebut. Untuk sekolah negeri, uang yang masuk dan uang bayaran yang besar memberi kontribusi terhadap tingkat kesejahteran gurunya. Sedang, untuk sekolah swasta uang masuk dan bayaran bulanan yang besar menjadi hak dari pemilik sekolah. Adapaun guru hanya mendapatkan gaji sesuai tanggungjawabnya dan jumlah jam mengajarnya yang besarnya per jam di tentukan berdasarkan kebaikan hati pemilik sekolah. Dan guru-guru honorer yang mengajar pada sekolah-sekolah swasta yang murah juga mendapatkan bayaran yang murah. Persoalannya jumlah sekolah bonafit negeri ataupun swasta sangat sedikit sehingga jumlah guru yang mengajar di sekolah seperti itu pun sedikit, bila dibandingkan dengan banyaknya sekolah yang cukup murah.

Agar tidak menimbulkan prasangka jelek terhadap semua guru, baiknya harus dipilah antara guru yang berstatus PNS (pegawai negeri sipil) dan swasta. Untuk guru PNS tingkat kesejahteraanya relatif cukup. Sedang untuk guru swasta harus dipilah lagi menjadi guru PTT (khusus DKI Jakata), guru bantu dan guru swasta non guru bantu (guru honorer). Guru PTT diangkat dan digaji oleh pemerintah daerah DKI Jakarta dan mengajar di sekolah negeri di lingkungan DKI Jakarta dengan gaji sebesar satu juta dua ratus ribu rupiah per bulan.

Guru bantu diangkat oleh pemerintah pusat di seluruh Indonesia ditempatkan di sekolah swasta maupun negeri dan digaji melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sebesar tujuh ratus dua puluh ribu rupiah per bulan. Apalagi guru swasta yang non guru bantu, penghasilan hanya berasal dari gaji mengajar sekolah yang di bayar berdasarkan jumlah jam mengajar. Guru yang honor mengajar di sekolah swasta bonafit dan mahal, tingkat kesejahteraannya agak baik karena mendapat bayaran yang memadai. Tetapi guru-guru yang mengajar di sekolah swasta murah yang menampung anak-anak dari kelas ekonomi menengah ke bawah hanya dibayar seadanya. Pahadal, keberadaan guru-guru yang mengajar sekolah-sekolah murah sangat di perlukan di tengah mahalnya biaya sekolah terutama Sekolah Menengah Atas (SMA) yag tidak mendapat subsidi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. Dan pemerintah sejauh ini tidak mampu menyediakan sekolah gratis terutama SMA bagi rakyat yang miskin, sehingga peran itu diambil alih oleh swasta yang jumlahnya ribuan bahkan puluhan ribu di Indonesia dengan jumlah guru ratusan ribu orang.. Dan bayaran yang diterima oleh guru-guru swasta ini sangat jauh dari memadai (baca: manusiawi) dengan beban yang sangat berat mendidik anak-anak dengan berbagai masalah kehidupan dan motivasi belajar yang rendah. Siapakah lebih layak bertanggung jawab untuk penyediaan pendidikan murah yang terjangkau rakyat miskin? Tidakkah seharusnya guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah murah ini mendapatkan penghargaan yang memadai dan manusiawi? Kalau hanya mengharapkan gaji/bayaran dari sekolah sangat tidak rendah.

Berdasarkan pengalaman penulis, setiap jam mengajar dibayar dua ribu lima ratus rupiah dengan biaya transport per hari sebesar tujuh ribu rupiah. Silakan anda kalkulasi sendiri, seandainya saya mengajar dua puluh dua jam per minggu dalam empat hari. Cukupkah ini untuk biaya hidup bersama keluarga di kota besar seperti Jakarta? Dan bandingkan dengan gaji buruh dan UMR DKI Jakarta. Layakkah itu? Bahkan ada yang penghasilannya lebih rendah lagi, sementara biaya hidup terus meningkat. Lalu, bagaimana bisa guru mengajar dengan baik, kalau kebutuhan primer saja tidak terpenuhi. Bagaimana mau beli buku untuk membaca? Kalau seperti ini keadaan guru swasta/honor, bagaimana meningkatkan mutu pendidikan? Salahkah, bila guru menuntut peran dan janji pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru? Atau salahkah kami berprofesi sebagai guru?

Tugas Berat

Pada semester ganjil tahun ajaran yang lalu, khusus DKI Jakarta ada subsidi untuk guru swasta sebesar seratus lima belas ribu rupiah per bulan yang di terima per tiga bulan melalui Bank DKI. Meski sering terlambat, tapi sangat berarti buat guru. Sayang, subsidi ini tidak jelas lagi keberadaannya. Kasian deh guru swasta!

Sementara tingkat kesibukan mengajar masih harus ditambah lagi dengan menyelesaikan administrasi pembelajaran dan penilaian melalui Sistem Administrasi Sekolah (SAS) online yang menyita waktu, tenaga dan pikiran yang lebih banyak dari jam mengajar di kelas, tetapi tidak dihitung sebagai jam mengajar. Bahkan kesuksesan penerapan SAS di SMA se-Jakarta berkat kesungguhan dan kerja keras guru yang sampai lebur dan bahkan sampai bermalam di sekolah. Lalu, siapakah siapa yang bertanggung jawab akan kesejahteraan guru? Ataukan guru hanya dituntut untuk mendidik, mengajar dan menyelesaikan administrasi, dengan bayaran yang tidak layak? Atau sekedar ‘sapi perahan’ demi tujuan yang besar meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia Indonesia? Bukankan tidak adil bila hanya menuntut guru untuk meningkatkan mutu pendidikan, sementara pemerintah, anggota DPR/DPRD, dan masyakarakat tidak peduli terhadap guru?

Jangankan berpikir untuk membeli buku atau lanjut kuliah, yang ada hanya mempertahankan hidup untuk hari esok. Guru swasta menjadi bagian dari kemiskinan di negeri ini

Sekedar Janji

Realisasi anggaran pendidikan pada APBN 2007 hanya sebesar 11%. Itu berarti pemerintah sulit menyediakan pendidikan yang adil dan merata yang menyentuh akar rumput dan sulit untuk membantu memperbaiki kesejahteraan guru swasta.

Guru dengan tingkat kesejahteraan yang rendah masih terus berjuang demi bangsa, meski banyak janji pemerintah yang tidak terpenuhi, misalnya janji presiden untuk mengangkat semua guru bantu sampai 2009, sejak tahun 2006 tidak terbukti. Padahal banyak guru bantu yang telah mengabdi puluhan tahun dan bahkan ada telah berusia 40 tahun keatas dengan masa depan keluarga yang tidak jelas.

Tunjungan fungsional guru yang seharusnya menjadi bagian dari perbaikan kesejahteraan guru sawsta tak kunjung ada, bahkan tidak jelas nasibnya. Nah, siapakah sebenarnya yang menghancurkan mutu pendidikan kita? Dan masih adakah empati untuk guru swasta, untuk rakyat miskin? Bukankan guru juga manusia, butuh kejelasan akan masa depan keluarga dan anak-anak mereka?

Guru, teruslah berjuang sampai merdeka atau mati!

Pernikahan adalah Sekolah Cinta

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia! menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu".

Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.

JIKA...

Jika kamu memancing ikan.....
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu.....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang... .
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat... ..

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh......cukuplah sekadar keperluanmu. ......
Apabila sekali ia retak tentu sukar untuk kamu menambalnya semula......
Akhirnya ia dibuang..... .
Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.....

Begitu juga jika kamumemiliki seseorang, terimalah seadanya.... .
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya Begitu istimewa.... .
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke akhirnya.... .

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain....
Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang Lain kamu juga akan menyesal. (Sumber : sobat-Azzam)